Book · book review · Books · Buku · Cress · Marissa Meyer · penerbit spring · quotes · Review · review buku · Romance · sinopsis · sinopsis buku · The Lunar Chronicles · Uncategorized

The Lunar Chronicles #3 (Cress) -Marissa Meyer Book Review

576 halaman
“Scarlet ini… kau jatuh cinta kepadanya, ya?”
“Dia Alfa-ku,”
“Seperti bintang?”
“Bintang apa?”
“Oh. Eh. Dalam konstelasi bintang, bintang paling terang disebut alfa. Kupikir, mungkin maksudmu dia adalah… seperti… bintangmu yang paling terang.”
“Ya. Tepat seperti itu.”

―Marissa Meyer, Cress

Sinopsis

Cinder dan Kapten Thorne masih buron. Scarlet dan Wolf bergabung dalam rombongan kecil mereka, berencana untuk menggulingkan Levana dari takhtanya.
Merek mengharapkan bantuan dari seorang gadis bernama Cress. Gadis itu dipenjara di sebuah satelit sejak kecil, hanya ditemani oleh beberapa netscreen yang menjadikannya peretas andal. Namun kenyataannya, Cress menerima perintah dari Levana untuk melacak Cinder, dan Cress bisa menemukan mereka dengan mudah.
Sementara itu di Bumi, Levana tidak akan membiarkan siapa pun menganggu pernikahannya, dengan Kaisar Kai.
My Review 

Reaksiku ketika membaca cress adalah….. kurang lebih seperti ini.

giphy

CRESS SANGAT SANGAT MENAKJUBKAN. aku bingung mau berkata apa disini. Cress terlalu menakjubkan sampai tidak bisa diucapkan dengan kata-kata *overreactalert.

Oke jadi begini, seperti yang kalian tahu, buku Cress ini terdiri dari 500 halaman lembar lebih dan jujur saja aku sempat menunda membaca buku ini karena aku sudah terlalu mual ketika melihatnya. Sudah terlalu banyak tugas di sekolah dan aku sudah cukup lelah. Aku minta maaf Cress sebelumnya karena sempat menunda membacamu.

Dan ketika liburan, aku baru sempat membaca buku ini dan …… buku ini gila. Cress mengubah sudut pandangku tentang buku. Dulu, aku jarang sekali membaca buku yang terdiri dari 500 halaman lebih, karena seperti yang tadi kubilang, aku sudah mual melihatnya. Tapi sekarang, aku baru mengerti. Buku yang tebal justru adalah buku yang sangat menakjubkan, buku yang tebal itu artinya lebih banyak konflik yang harus diselesaikan dan aku sangat menyukai buku yang menegangkan dan memiliki banyak konflik.

Seperti biasanya, Marissa Meyer selalu membuat sudut pandang cerita yang berbeda-beda di setiap babnya. Aku selalu menyukai hal itu karena menurutku sudut pandang yang berbeda-beda itu membuatku lebih tegang. Ketika aku sudah sangat mendalami konflik yang dialami Cress dan Thorne, tiba- tiba di bab selanjutnya bukan Cress dan Thorne lagi yang diceritakan, tapi menjadi Cinder. Dan begitu seterusnya. Aku menyukainya

Minion-Amazed-Expression-In-Despicable-Me-2.gif.

Aku sempat sedih awalnya karena Wolf jarang disorot disini. Dan aku juga sedih karena sedikit sekali adegan romantis Scarlet dan Wolf. Tapi kesedihanku ini tertutupi karena disini Thorne menjadi pria yang sangat sangat manis. Malah aku sempat hampir menyukai Thorne, tapi aku masih mengingat kalau Wolf adalah segalanya dan yah, maafkan aku Thorne.

Banyak sekali kejadian menegangkan di buku ini, aku tidak bisa lepas dari buku ini ketika membacanya dan mungkin buku ini adalah buku tercepat yang pernah kubaca *berhubung buku ini terdiri dari 500 halaman lebih.

Kalian yang belum membaca Cress, harus segera membeli buku ini dan membacanya. Aku jamin kalian tidak akan menyesal dan soal Winter, aku sudah tidak sabar membacanya. Kalau Winter terbit aku berani taruhan, aku akan menjadi orang pertama yang membeli buku itu!!

5 bintang untuk buku ini. Aku sangat sangat menyukai seri dari The Lunar Chronicles ^^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s