02 · audy · Book · book review · Books · Buku · orizuka · penerbit haru · quotes · Review · sinopsis · sinopsis buku · the chronicles of audy · Uncategorized

The Chronicles Of Audy O2 #4 – Orizuka Book Review

“Seperti oksigen, keluarga ada di sekitarmu, di setiap tarikan napasmu, mengalir dalam darahmu. Walaupun kamu nggak selalu bisa lihat, tapi kamu tahu keluarga selalu ada bersamamu.” – halaman 283

352 halaman

Novel Remaja

Sinopsis

Hai. Namaku Audy. Umurku masih 22 tahun. Hidupku tadinya biasa-biasa saja, sampai cowok yang kusukai memutuskan untuk meneruskan sekolah ke luar negeri. Ketika aku sedang berpikir tentang nasib hubungan kami, dia memintaku menunggu. Namun ternyata, tidak cuma itu. Dia juga memberikan pernyataan yang membuatku ketakutan setengah mati! Di saat aku sedang kena galau tingkat tinggi, masalah baru (lagi-lagi) muncul. Seseorang yang tak pernah kulirik sebelumnya,sekarang meminta perhatianku! Ini, adalah kronik dari kehidupanku yang sepertinya selalu ribet. Kronik dari seorang Audy.

My Review

Oke jadi begini, pertama-tama aku ingin bilang kalau sejujurnya aku kecewa dengan buku seri keempat Audy 4r. Mungkin, aku akan jadi orang pertama yang tidak begitu menyukai buku ini. Sebelum membeli buku tersebut, aku sempat berekspetasi tinggi terlebih dahulu dan membaca review banyak orang di good reads. Ketika melihat review-review tersebut, aku tersenyum sendiri karena rata-rata semua orang memberikan bintang lima. Aku sangat tidak sabar untuk membeli buku terakhir dari serial Audy 4r ini.

Akhirnyaa!!! setelah penantian yang lama, aku menemukan bukunya dan langsung membaca ketika sampai di rumah, dan hari itu pula aku menyelesaikan buku itu dan di hari itu pula aku merasa sedih. Sedih karena harus berpisah dengan karakter-karakter Audy 4R “terutama Rex”.

Sebenarnya, kalau dipikir-pikir lagi, buku ini tidak semengecewakan itu. Tapi kalau dibandingkan dengan buku pertama,kedua,dan ketiga Audy 4R , menurutku buku keempat adalah yang paling buruk diantara ketiga buku itu. Buku pertama dan kedua sangat bagus sampai-sampai ada bagian dimana aku menangis sambil tertawa seperti orang gila saat membaca. Dan ketika aku membaca buku keempat, aku merasa biasa-biasa saja dan malahan aku sempat merasa jijik dengan sifat norak dari Romeo.

Ada beberapa hal yang aku tidak sukai dari buku ini.

Pertama, kenapa sifat Romeo jadi senorak itu sih? Memangnya dulu sifat Romeo senorak itu ya? Aku tidak tahu apakah aku yang lupa atau bagaimana. Tapi serius, buku keempat ini benar-benar membuat bulu kudukku berdiri disaat Romeo mulai menggombal atau semacamnya. Dan satu lagi, sebenarnya aku merasa sangat dipermainkan disini. Di buku ketiga (4/4) Karakter Romeo sangat ditonjolkan sehingga membuatku mulai berpindah hati ke Romeo dan tetap berusaha untuk menyukai Rex. Romeo di buku ketiga adalah pria yang sangat lembut dan entahlah, ia sangat humoris namun tidak norak. Aku sangat menyukai Romeo yang itu. Tapi…

Di buku keempat ini aku jadi merasa kalau sifat Romeo mungkin sengaja dibuat norak kali ya? Jadi orang – orang yang tadinya #TeamRex sebelum membaca buku 4/4 menjadi #TeamRomeo  setelah membaca 4/4, dibuat agar menjadi #TeamRex lagi dibuku terakhir. Apalagi disatu bagian dimana (Sebelumnya aku minta maaf kalau ini akan sedikit spoiler) Romeo menangis karena takut kehilangan Rex. Menangis disaat sedang curhat dengan Missy dan imajinasi ku adalah.. aku tidak bisa membayangkan pria super ganteng yang setidaknya sudah dewasa menangis tersedu-sedu seperti itu? Ya, aku tahu kalau pria juga bisa menangis tapi… sudahlah susah untuk menjelaskannya. Aku tidak menyangka kalau Romeo akan seperti ini.

Kedua, Romeo benar-benar terlihat sangat lemah lembut disini. sangat. Aku tidak bisa membayangkan bagian Romeo memakai gaun pantai berwarna pelangi dan memakai kalung mutiara. Yaampun aku tidak sanggup untuk memikirkan hal ini. Aku tidak mau memikirkannya karena sebelum berimajinasi tentang hal ini saja aku sudah mual. Jangan, tolong jangan, aku tidak mau membayangkan pria dewasa ganteng memakai kalung mutiara dan gaun pelangi. Ini menjijikan.

Ketiga, di halaman 126, *spoiler alert, bagian dimana Audy berpikir mungkin dia akan membawa Rafael ke tempat kos-kosnya saja namun ia berubah pikiran karena takut ditendang oleh ibu kosnya dan didepak masuk kedalam penjara dengan dugaan penculikan anak kecil. Tunggu, pasti bercanda kan. Serius deh, menurutku hal ini sangat lebai dan aku tahu kalau kelebihan Audy ini karena kelebaiannya dan kelucuannya. Tapi hal ini sangat lebai menurutku dan tidak lucu. Kalau Romeo saja sering pergi ke kos Audy, kenapa Rafael tidak?

Keempat, aku sebenarnya tidak begitu mengenal daerah Jogjakarta dan memangnya di Jogja ada sekolahan yang terdapat sungai disampingnya juga kambing dan ayam di dalamnya ya? Jujur, aku tidak pernah melihat sekolah yang di sampingnya ada sungai juga kambing dan ayam didalamnya dan semacamnya. Itulah hal yang pertama kali terlintas di pikiranku. Tapi setelah selesai membaca dan kemudian melihat “thanks to” dari orizuka aku baru tahu TERNYATA MEMANG BENAR – BENAR ADA SEKOLAH SEPERTI ITU. aku minta maaf sebelumnya karena pada saat membaca, aku sempat merasa tidak masuk akal.

Kelima, disaat aku selesai membaca buku ketiga 4/4, bagian dimana Romeo bilang kalau ia akan menjaga Audy untuk dirinya sendiri dan bukan untuk Rex, jantungku berhenti dan aku sangat sangat tidak sabar untuk menantikan buku keempat. Dalam pikiranku, Romeo akan bertanding sadis dengan Rex. Dan aku sempat berpikir “Jangan sampai aku pindah hati ke Romeo.” Aku sudah membayangkan banyak hal, bagaimana pertarungan antara Rex dan Romeo. Dan aku juga sudah berekspektasi kalau di buku terakhir ini akan ada banyak adegan romantis antara Rex dan Audy.

Namun ketika aku membaca buku keempat. Aku sama sekali tidak merasa deg-degan atau semacamnya. Aku tidak begitu melihat perselisihan antara Romeo dan Rex, malah Romeo secara tiba tiba menjadi norak seperti itu. Aku merasa buku keempat ini sangat datar dan tidak mempunyai klimaks. Kemudian aku berpikir, seharusnya serial Audy 4R berakhir saja di buku ketiga. Memang aku tidak sanggup untuk berpisah dengan karakter di dalam Audy 4R, tapi menurutku lebih baik serialnya hanya sampai buku ketiga saja. Karena aku merasa tidak ada hal spesial yang perlu diceritakan di buku keempat, mungkin tentang kelanjutan kisah cinta Rex dan Audy bisa dijelaskan saja di buku ketiga, dan mungkin bagian Romeo menyatakan cinta secara tidak langsung dihilangkan saja.  Karena serius, menurutku jalan cerita buku ini sudah kehilangan arah dan ceritanya menjadi sedikit aneh.

Keenam, Aku sangat tidak mengerti jalan pikiran Audy. Aku memang masih muda dan tidak mengetahui apa-apa tentang lamaran. Tapi, astaga. Bukannya seharusnya Audy senang karena mendapatkan kepastian dari Rex? Tapi kenapa ia malah menjauhi Rex dan aku tidak menyukai bagian dimana Audy mengumpat dari Rex. Memang sih, beberapa kali adegan itu terlihat konyol. Tapi, lama-lama aku jadi membayangkan drama Korea di kepalaku, sekilas Audy tiba-tiba menjadi seperti cewek-cewek yang ada di dalam drama Korea yang selalu bertingkah konyol. Aku sangat tidak mengerti jalan pikiran Audy.

Ketujuh, memangnya jaket training bisa menutupi sebagian wajah ya? lebih tepatnya menutupi mulut dan hidung. setahuku, jaket tersebut tingginya hanya sebatas leher dan aku tidak tahu kalau bisa setinggi itu.

Kedelapan, aku sangat tidak menyangka kalau Audy akan menjadi guru. Sebenarnya, cocok juga sih kalau Audy jadi guru, tapi…. bukankah menjadi seorang diplomat dan guru adalah dua hal yang sangat berbeda ya? Maksudku, Audy mengambil jurusan Hubungan Internasional dan menjadi seorang guru adalah hal yang sangat berbeda. Entah kenapa, aku merasa sedikit janggal tentang hal ini.

Kesembilan, *spoiler alert, serius bagi kalian yang belum membaca buku ini kusarankan jangan pernah sekali-kali membaca bagian ini. Jangan. Kalian akan menyesal. Karena ketika kalian mengetahui hal ini aku jamin tingkat  exicted kalian untuk membaca buku ini akan berkurang.

Oke, pertama-tama aku merasa sangatttt kecewa. Jadi ternyata Romeo tidak serius tentang apa yang ia katakan pada Rex, mengenai perasaannya terhadap Audy.  JADI, SELAMA INI ROMEO MENYUKAI AUDY HANYA BERPURA- PURA SAJA? IA HANYA MENYUKAI AUDY UNTUK MEMBUAT REX CEMBURU DAN TIDAK PERGI KE AMERIKA? BEGITU? aku sangat kaget dan ya, berhasil sih membuat para pembaca shock seperti aku contohnya, dan hal ini juga yang membuatku makin kesal dengan Romeo. Apa-apaan sih. Aku tahu kalau Romeo dan Rex bersaudara, tapi… di satu sisi aku merasa hal ini sangat janggal. Apalagi setelah berimajinasi Romeo menangis, memakai gaun pelangi bali serta kalung mutiara. ASTAGA. oke, aku tidak sanggup membayangkan Romeo lagi karena entahlah, aku sangat tidak menyukai sikap Romeo di buku ini. Terlalu feminim kalau menurutku.

Terlepas dari semua itu, aku menyukai bagian dimana Rafael dan Rex bersama. Yaampun, itu hal termanis yang pernah ada dan astaga Rex terlihat lebih keren dari sebelumnya. Rex terlihat seperti kakak yang sangat baik dan aku membayangkannya dalam pikiranku. Pasti Rex terlihat sangat keren dan ganteng saat bermain bersama Rafael. dan adegan Rafael dengan Rex adalah adegan yang paling kutunggu-tunggu di dalam buku ini.

Gaya bahasa Kak Orizuka seperti biasa sangat santai dan enak untuk dibaca. Dan sebenarnya, menurutku di buku keempat ini adegan romantis Rex dengan Audy tidak begitu romantis. Maksudku, entah kenapa adegan mereka berdua terlihat biasa-biasa saja dan ketika mereka bertemu, hal yang dipermasalahkan adalah tentang skripsi.

Dan seperti biasa, buku Audy 4R bisa membuatku tertawa dan senyum-senyum sendiri. Dan seperti biasanya juga aku sangat menunggu-nunggu bagian dimana Kak Ori akan menjelaskan kenapa judul buku ini adalah O2, puas sih dengan penjelasannya.

Secara keseluruhan aku tidak merasa puas karena ekspektasiku sangat berbeda dari buku ini dan, entahlah tidak ada hal yang begitu spesial bagiku.

Biasanya aku akan memberikan 5 bintang untuk seri Audy 4R, tapi untuk kali ini aku benar-benar meminta maaf. Aku akan memberikan 3.5 bintang. Kalau saja sifat Romeo tidak begitu norak aku pasti akan memberikan buku ini 5 bintang T.T

Well,  pasti aku akan merasa sangat sedih karena harus berpisah dengan 4R, Missy, Audy, dan Maura 😦 Karakter yang sangat kuat dan sulit untuk dilupakan. 4R1A akan selalu ada di hati!! 🙂

Ngomong-ngomong menurut kalian. Kalau Audy 4R dibuat menjadi film, siapa pemeran yang cocok yang bisa memerankan karakter di dalam buku ini?  tulis pendapat kalian di comment ya 🙂 trims

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s