Book · book review · Books · Buku · Elvira natali · Gramedia pustaka utama · PT Gramedia Pustaka Utama · quotes · Review · review buku · two souls · Uncategorized · Young adult

Two Souls – Elvira Natali Book Review

Blogtour Two Souls 8.jpg

“tubuhmu mungkin lenyap oleh takdir dan usia, tapi ketika kamu mencintai dengan sepenuh hati, cinta itu akan tetap ada disana. Semuanya akan kembali kepadamu, dengan cinta itu.” -Elvira Natali Two Souls

224 halaman

Young Adult

Sinopsis

Sejak tahu dirinya adalah seorang Victer, keturunan Dewa Dionysus yang mampu membangkitkan jiwa-jiwa dari kematian, Arlesta menutup pintu hatinya dari dunia luar. Tetapi, keadaan berubah ketika dia bertemu Nick, pianis tampan bersifat dingin yang familier baginya. Dunianya yang tak berwarna seketika jungkir-balik dan dipenuhi banyak rasa.

Namun, kebahagiaan itu berhenti ketika Arlesta tahu sahabat baiknya juga menyukai Nick. Juga saat dia menemukan kenyataan kekuatannya tak dapat menyelamatkan nyawa Nick yang terancam. Akankan jiwa mereka menemukan jalan untuk bersama? Atau rahasia masa lalu justru memisahkan keduanya?

My Review

Buku Two Souls adalah buku ketiga Elvira Natali. Buku ini bercerita tentang seorang gadis bernama Arlesta yang mempunyai kekuatan untuk membangkitkan jiwa seseorang yang sudah mati. Arlesta adalah seorang victer, bisa membangkitkan nyawa oranglain tapi tidak bisa membangkitkan nyawa keluarganya atau orang yang mempunyai hubungan darah dengannya. Arlesta juga harus membayar sesuatu karena telah membangkitkan jiwa orang lain. Bayarannya adalah umurnya. Umurnya akan berkurang empat tahun ketika ia menyelamatkan orang lain.

Pertama kali melihat buku ini, aku sangat tertarik. Cover bukunya sangat bagus dan ketika membaca sinopsis aku merasa kaget. Aku tidak menyangka kalau Elvira akan membuat cerita fantasi. Menurutku buku ini dikemas dengan sangat baik dan ada satu hal yang lebih menarik lagi. Kalau novel luar negeri, mungkin kalian sudah sering melihat gambar di setiap lembarnya atau tulisan berwarna dan semacamnya, tapi kalau novel Indonesia, biasanya kita hanya melihat gambar kecil di lembar awal pada setiap bab. Beda dengan buku ini, setiap lembar buku ini terdapat ukiran gambar daun dan menurutku ukiran di setiap lembar membuat buku ini menjadi lebih menarik dan cantik.

Pertama kali membaca, jujur aku merasa kecewa. Aku mengira buku ini bergenre “sangat” fantasi tapi aku malah mendapatkan genre yang “sangat” romance dengan sentuhan fantasi. Padahal aku sudah berimajinasi tinggi kalau buku ini bergenre fantasi.

Ketika membaca lagi dan lagi aku mulai menyukai buku ini. Susunan kata yang begitu rapi dan kisah persahabatan Arlesta yang menurutku tidak dipaksa membuat buku ini enak dibaca.

Ada satu hal lagi yang kusukai dari buku ini. Nick. Aku sangat sangat sangat menyukai tokoh Nick. Karakter Nick yang sangat unik dan asal ceplas ceplos membuat para pembaca menyukainya.

Tapi ada satu hal lagi yang membuatku sedikit kecewa. Yaitu mengenai bagaimana cara Arlesta bisa dekat dengan Nick. Awalnya Nick sangat dingin dengan Arlesta. Namun karena makan di restoran korea bersama Nick menjadi dekat dengan Arlesta. Dan tepatnya, Nick merasa dekat dengan Arlesta karena bulgogi. Astaga, bisakah bulgogi diganti dengan hal lain yang lebih romantis? Aku tidak bisa membayangkan. Bagaimana caranya kedua orang yang sangat tidak akrab bisa menjadi lebih akrab hanya karena Bulgogi? Hanya karena Arlesta yang menyarankan Nick untuk makan bulgogi, Nick menjadi dekat dengan Arlesta dan mulai menyukai perempuan ini. Menurutku bagaimana Nick menjadi dekat dengan Arlesta bisa lebih diperpanjang lagi dan bisa dibuat lebih romantis lagi.

Selain itu, aku juga sempat kaget ketika membaca pada bagian dimana papa Arlesta sedang bercerita tentang sejarah victer. Aku masih termenung dan tidak menyangka. Sebelum membaca  buku ini,. aku pernah membaca karya buku Elvira lainnya ‘Janji Hati’. Dan jujur, aku sama sekali tidak menyukainya. Aku memang tidak menyukai genre teen-lit.Dan ketika aku sampai di halaman itu, disaat papa Arlesta bercerita tentang sejarah victer aku merasa sangat kaget. Ternyata Elvira sudah mengalami perkembangan yang sangat besar. Cerita yang ia buat kali ini tidak cheesy dan tidak begitu dipaksakan. Buku Two Souls sangat sangat berbeda dengan buku Janji Hati. Aku salut dengan Elvira

Sampai di akhir cerita, aku baru tahu kalau buku ini ternyata bersambung. Dan Elvira sukses membuat hatiku berdegup dengan sangat kencang pada saat membaca bagian akhirnya. Pada bagian akhir, ada satu hal yang sangat tidak terduga terjadi. Dan walaupun sebenarnya kejadian itu tidak memuaskan tapi entah kenapa aku menyukai akhir cerita buku pertama. Di satu sisi aku merasa kecewa, tapi di sisi lain aku menyukainya. Akhir cerita ini sangat tidak biasa dan tidak terduga.

Secara keseluruhan, buku ini membuatku sangat terbawa suasana. 4  bintang untuk buku ini. Sebenarnya lebih tepatnya lagi aku memberikan buku ini 4.5 bintang. Aku akan memberikan buku ini 5 bintang kalau Arlesta dan Nick bisa menjadi lebih dekat dengan cara lain selain bulgogi.

Aku sangat sangat sangattt merekomendasikan buku ini bagi kalian yang menyukai Legenda Yunani atau fantasi. Lebih tepatnya, kalian akan menyukai buku ini kalau kalian menyukai kisah cinta dengan sentuhan fantasi. Bagi kalian yang tidak menyukai cerita tidak terduga atau mengecewakan persiapkan hati kalian karena kalian akan terbawa suasana di akhir cerita.

Aku salut dengan Elvira yang mengalami perkembangan yang sangat besar dan aku pasti akan membeli buku kedua kalau sudah terbit nanti. Bagi kalian yang akan membaca buku ini, selamat membaca :))

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s