Marissa Meyer · penerbit spring · Scarlet · Scarlet book review · Scarlet Marissa Meyer book review · Scarlet review · Scarlet The Lunar Chronicles review · The Lunar Chronicles

Scarlet Marissa Meyer Review (The Lunar Chronicles)

765c32f444ca963006436deea8bfa6e3

“I think I realized that I would rather die because I betrayed them, than live because I betrayed you.”
Marissa Meyer, Scarlet

453 halaman

Novel Remaja

Penerbit Spring

Sinopsis

Nenek Scarlet Benoit, Michelle Benoit, menghilang. Bahkan kepolisian berhenti mencarinya dan menganggap wanita itu melarikan diri atau bunuh diri.
Marah dengan keputusan dari pihak kepolisian, Scarlet membulatkan tekad untuk mencari neneknya bersama dengan seorang pemuda petarung jalanan bernama Wolf, yang kelihatannya menyimpan informasi tentang hilangnya nenek Scarlet.
Apakah benar Wolf bisa dipercaya? Rahasia apa yang disimpan Michelle Benoit sampai dia harus menghilang?
Di belahan bumi yang lain, status Cinder berubah dari mekanik ternama menjadi buronan yang paling diinginkan di seluruh penjuru Persemakmuran Timur. Dapatkah Cinder sekali lagi menyelamatkan Pangeran Kai dan bumi dari Levana?
My Review
Scarlet adalah seri kedua dari Cinder. Dan sama seperti Cinder, Scarlet juga cerita yang kembali di modifikasi oleh Marissa Meyer dari dongeng. Scarlet adalah hasil modifikasi dongeng “Gadis Bertudung Merah”. Sekali lagi aku benar-benar merasa kagum dengan kehebatan Marissa Meyer yang mampu mengubah cerita dongeng ini lebih hebat lagi dan aku benar-benar tidak bisa berkata apa-apa lagi. sungguh.
Aku sangat menyukai buku ini! Aku tidak bisa berhenti membacanya. Yang membuat buku ini sangat seru untuk dibaca adalah karena berbagai sudut pandang yang berbeda. Mulai dari sudut pandang Scarlet dengan Wolf dan juga sudut pandang Cinder dengan Thorn. Di beberapa bagian juga terdapat sudut pandang Kai dan penasihatnya lalu juga ada sudut pandang Ratu Levana. Hal inilah yang membuat kita penasaran dengan kelanjutan cerita karakter masing-masing. Ketika ada adegan menegangkan, tiba-tiba sudut pandang berubah ke karakter lain dan hal inilah yang membuatku frustasi. Ingin cepat- cepat membaca hingga selesai.
Yang membuatku lebih frustasi lagi adalah…. Wolf. Ya.. kalian pasti sudah tau kalau didalam dongeng “Gadis Bertudung Merah”, Wolf adalah serigala yang ingin memakan gadis itu dan tampak sangat jahat, mengerikan, mimpi buruk. Tapi berbeda dengan Wolf yang satu ini! Wolf disini memang diceritakan sangat menyeramkan. Tapi ada beberapa bagian yang bisa membuat kita merasa bahwa Wolf adalah seseorang yang sangat hangat dan berhati lembut. Terkadang sifatnya juga mirip sekali dengan anak kecil. Ngomong-ngomong Wolf di dalam cerita Scarlet bukanlah serigala seperti yang kalian bayangkan, tapi Wolf disini adalah seorang pria yang bisa membuat hati kalian luluh dan tergila-gila dengannya. Ingat itu.
Kemudian ada juga karakter Scarlet. Scarlet adalah hasil modifikasi karakter gadis bertudung merah. Sama seperti dongengnya, Scarlet juga sangat menyayangi neneknya lebih dari apapun.
Seperti yang kalian ketahui, di akhir cerita Cinder, Cinder berusaha untuk keluar dari penjara dan bertemu dengan seseorang bernama Thorne. Thorne adalah salah satu karakter favorit ku juga. Kalau aku bisa membuat urutan karakter cowok terfavorit, aku akan menaruhnya di tempat kedua setelah Wolf. Thorne digambarkan sebagai pria lucu dan konyol dan juga sedikit “pervert”. Thorne juga gemar sekali menggoda perempuan. Walaupun Thorne mempunyai sifat ini, tetapi pria ini selalu bersama dengan Cinder dan mungkin bisa dibilang pria ini adalah pria yang sangat baik. Ia selalu menjaga Cinder.
Senang rasanya bisa bertemu dengan karakter baru di buku ini. Buku ini juga sangat santai. Santai dalam artian ketika kalian serius membaca dan merasa gugup, tiba-tiba kalian akan tersenyum sendiri atau bahkan tertawa. Tersenyum karena sikap Wolf dan tertawa karena sikap Thorne.
Cinder juga semakin keren. Dari semua novel yang pernah kubaca, Cinder adalah karakter perempuan yang paling kusukai. Bagaimana tidak? perilakunya yang gagah dan berani itu membuatku sangat takjub.
Buku kedua dari Cinder yang berjudul Scarlet ini sangat memuaskan. Jujur saja, aku lebih suka buku kedua daripada pertama. Ketika membaca “Cinder” aku pernah merasa bosan. Tapi tidak dengan “Scarlet”. Aku juga takjub dengan bagaimana Marissa Meyer menggabungkan kedua cerita yang berbeda. Banyak karakter yang tidak tampak begitu penting di buku pertama menjadi sangat penting di buku kedua.
Aku juga tidak sabar membaca buku berikutnya. Cress. Aku berharap sangat tinggi dengan buku yang ketiga. sungguh. Aku sangat menyukai buku kedua ini!
5 bintang untuk buku ini! Oh ya aku lupa memperingatkan kalian tentang satu hal. Kalian akan meleleh dan berteriak dengan sendirinya ketika melihat Wolf menggombal. Serius, Gombalan Wolf bukanlah gombalan yang cheesy atau pasaran, tapi gombalannya bisa membuat kalian luluh.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s