Cinder · Cinder book review · Cinder Marissa Meyer Book Review · Cinder Marissa Meyer review buku · Cinder review buku · Cinder The lunar chronicles · Marissa Meyer · penerbit spring

Cinder Marissa Meyer Review (The Lunar Chronicles)

b2565081073dcab79e4430bcd920f25d

“Even in the Future the Story Begins with Once Upon a Time.”
Marissa Meyer, Cinder

373 halaman

Novel Remaja

Penerbit Spring

Sinopsis 

Wabah baru tiba-tiba muncul dan mengecam populasi penduduk Bumi yang dipenuhi oleh manusia, cyborg, dan android. Sementara itu, di luar angkasa, orang-orang Bulan mengamati mereka, menunggu waktu yang tepat untuk menyerang.

Cinder—seorang cyborg—adalah mekanik ternama di New Beijing. Gadis itu memiliki masa lalu yang misterius, diangkat anak dan tinggal bersama ibu dan dua orang saudari tirinya. Suatu saat, dia bertemu dengan Pangeran Kai yang tampan. Dia tidak mengira bahwa pertemuannya dengan sang Pangeran akan membawanya terjebak dalam perseteruan antara Bumi dan Bulan. Dapatkah Cinder menyelamatkan sang Pangeran dan Bumi?

My Review 

Cerita ini sangatlah imajinatif dan menarik. Aku sangat kagum karena cerita dongeng Cinderella bisa diubah menjadi cerita yang sedemikian rupa. Sebenarnya, cerita Cinder dengan Cinderella tidak begitu berbeda. Sama seperti cerita Cinderella, Cinder dianggap sebagai budak dan mempunyai ibu tiri yang jahat.

Yang membuatku tertarik dan merasa kagum adalah, cerita ini didominasi dengan science fiction dan jujur saja, pertama kali aku membaca buku ini aku merasa sedikit kebingungan. Banyak kata-kata baru yang tidak pernah kudengar sebelumnya, Tapi aku yakin lama kelamaan kalian pasti akan terbiasa. Dongeng Cinderella menceritakan dan menggambarkan sosok seorang wanita yang anggun, baik hati, cantik, dan lemah lembut. Namun, Cinder menggambarkan sosok seorang wanita yang gagah dan bisa dibilang tidak cantik atau tidak menarik. Yang membuat cerita ini lebih menarik lagi adalah Cinder adalah seorang Cyborg. Manusia yang hidup karena bantuan dari mesin.

Aku menyukai semua karakter dari buku ini. Biasanya ketika membaca buku, pasti aku merasa kesal setidaknya pada satu karakter dalam buku itu. Tapi tidak dengan Cinder. Aku Tidak membenci satu karakter pun dalam buku ini. Cinder, seorang wanita yang tidak pantang menyerah, pemberani, dan bisa dibilang sangat cocok menjadi seorang tokoh utama. Kemudian ada Iko, android yang selalu menemani Cinder, salah satu teman baik Cinder. Adri, ibu tiri Cinder, Walaupun Adri jahat, aku tetap menyukai karakter ini. Aku bisa membayangkan bagaimana jika tidak ada Adri? Pasti cerita ini tidak akan menjadi terlalu rumit. Ratu Levana, tokoh yang paling jahat dalam buku Cinder. Walaupun Ratu Levana sangat licik dan jahat, aku tetap menyukai karakter Ratu Levana. Entah kenapa aku suka sekali cara Marissa Meyer menggambarkan sifat semua karakternya. Ratu Levana walaupun jahat tapi mempunyai kekuatan unik yaitu bisa membuat semua orang terpana padanya. Entah kenapa Ratu Levana mengingatkanku dengan ratu yang ada di dongeng Snow White. Selalu ingin merasa cantik dan tidak ingin ada orang yang menandingi kecantikannya.

Aku juga menyukai karakter Pangeran Kai. Pangeran yang sangat baik hati dan ramah pada penduduk di kotanya. Aku menyukai Pangeran Kai, tetapi aku tidak begitu tergila-gila padanya. Jujur saja, aku lebih tergila-gila dengan Cinder daripada dengan Kai. Aku tahu itu aneh tapi sungguh, aku sangat menyukai karakter Cinder.

Satu hal yang sedikit mengecewakan adalah alur cerita Cinder yang sangat tertebak. Di tengah cerita, ada satu konflik mengenai seseorang bernama Putri Selene dan putri ini adalah tokoh yang sangat penting, namun sayangnya putri ini hilang dan tidak ditemukan. Awalnya, aku penasaran. Apakah Putri Selene masih hidup? Apakah Putri Selene dapat ditemukan? Tapi ketika aku membaca lagi dan lagi akhirnya aku sudah tahu siapa Putri Selene sebenarnya.

Buku Cinder ini bisa dibilang adalah buku pengenalan atau awal dari segalanya. Menurutku, mungkin buku ini membosankan karena buku ini hanya menjelaskan awal dari segalanya.

Aku ingin cepat-cepat membaca buku kedua. Di akhir cerita, cerita Cinder semakin menegangkan dan aku merasa bahwa konflik baru dimulai. Aku yakin buku kedua nanti pasti akan sangat menakjubkan! Aku juga sangat penasaran bagaimana caranya buku pertama dan kedua bisa saling berhubungan satu sama lain. Buku pertama “Cinder” dari dongeng Cinderella dan sedangkan buku kedua adalah “Scarlet” dari dongeng Red Riding Hood.  4 bintang untuk buku Cinder 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s