Hitmaker Studio · Ilana Tan · metropop · PT Gramedia Pustaka Utama · Romance · Sunshine Becomes You · Sunshine Becomes You Book vs Movie review · sunshine becomes you movie review · sunshine becomes you review

Sunshine Becomes You book vs movie review

sunshine

Sinopsis

Ini kisah yang terjadi di bawah langit New York…

Tentang harapan yang muncul di tengah keputusasaan…

Tentang impian yang bertahan di antara keraguan…

Dan tentang cinta yang memberikan alasan untuk

bertahan hidup.

Awalnya Alex Hirano lebih memilih jauh-jauh dari gadis itu -malaikat kegelapan yang membuatnya cacat. Kemudian Mia Clark tertawa, dan Alex bertannya-tanya bagaimana ia bisa berpikir gadis yang memiliki tawa secerah matahari itu adalah malaikat kegelapan.
Awalnya, mata hitam yang menatapnya dengan tajam dan dingin itu membuat Mia gemetar ketakutan dan berharap bumi menelannya detik itu juga.
Kemudian Alex Hirano tersenyum, dan jantung Mia yang malang melonjak dan berdebar begitu keras sampai-sampai Mia takut Alex bisa mendengarnya.
My Review
poster-sunshines-becomes-u.jpg
Seperti yang kalian ketahui, salah satu novel best seller Ilana Tan diangkat ke layar lebar. Saya sudah tidak sabar untuk menonton film ini. Sunshine Becomes You adalah salah satu novel favorit saya diantara novel Ilana Tan.

Sebelum Ray sempat menjawab, tiba tiba terdengar suara terkesiap keras dari atas mereka, disusul bunyi yang keras. Mereka berdua serentak mendongak. Semuanya terjadi begitu cepat sehingga Alex sama sekali tidak melihat apa yang terjadi. Sesuatu terjatuh dari lantai atas, menubruknya dengan keras, membuatnya kehilangan keseimbangan dan jatuh berguling-guling. Alex mendengar seruan Ray sebelum dirinya mendarat di lantai dan kepalanya membentur sesuatu yang keras. Pandangannya menggelap sesaat dan kegelapan serasa berputar- putar dibalik kelopak matanya. Sesuatu yang berat menindihnya. Ia tidak bisa bicara.

Pada saat adegan ini berlangsung di film, saya merasa adegan di film sangat berbeda dengan di novel, Herjunot Ali dan Boy William serentak kaget karena mendengar suara teriakan dari atas, kemudian Nabilah jatuh terguling-guling dan tiba tiba kaki Nabilah mendorong tubuh Herjunot Ali sehingga Herjunot Ali pun terpental jauh dan jatuh di atas meja kaca. Meja kaca tersebut pecah dan punggung Herjunot Ali jatuh terlebih dahulu daripada tangannya.

Yang membuatnya tidak masuk akal adalah, Bagaimana bisa seseorang jatuh di atas meja kaca dengan punggung jatuh terlebih dahulu, tetapi ternyata hanya tangannya saja yang patah?

Sebelum Mia sempat melanjutkan kata-katanya, Karl menarik Mia ke arahnya dengan satu sentakan keras dan memeluk Mia erat-erat, membuat Mia hampir tidak bisa bernapas.

Tokoh Karl di dalam novel menunjukkan kalau ia tertarik dengan Mia. Tetapi tokoh Karl yang ada di film sangat berbeda dengan novel, Karl sama sekali tidak menunjukkan kalau ia tertarik dengan Mia.

Alis Alex berkerut.”Kau terlambat,”katanya ketika gadis itusudah menutup ponsel “satu jam tiga menit.”

Tokoh Alex di dalam novel sangatlah perfeksionis dan tidak bisa menahan emosinya. Herjunot Ali memerankan tokoh ini dengan baik tetapi menurut saya sifat perfeksionis Alex di dalam film sangat berlebihan. Ada satu adegan dimana Alex membuang ipod touch dan berkata kepada Mia bahwa ia menginginkan ipod klasik. Alex juga membuang shampo, sabun mandi karena beda beberapa ml dari yang ia minta.

Begitu nada pertama terdengar, Mia Clark mulai bergerak mengikuti alunan lagu. Gerakannya halus, namun terkendali. Ayunan tangan dan kakinya anggun, namun juga kuat. Seluruh tubuhnya bergerak. Seluruh tubuhnya menari. Dari ujung jari tangan sampai ujung jari kakinya. Bahkan raut wajahnya berubah mengikuti emosi tariannya.

Tokoh Mia Clark didalam novel terlihat sangat anggun saat menari dan tariannya terlihat indah. Saya berharap Mia di dalam film bisa menari dengan anggun dan indah. Saya berharap tinggi untuk adegan ini. Tetapi menurut saya, Mia di dalam film menari dengan sangat biasa dan bahkan saya tidak bisa melihat raut wajah Mia yang sedang mengikuti emosi tariannya, hal ini dikarenakan kamera yang menyorot Mia dari belakang.

Mia tertawa. Lalu tepat pada saat itu ponselnya berbunyi. Mia meraih tas dan mengeluarkan ponselnya. Ia tersenyum kecil membaca tulisan di layar sebelum menempelkannya ke telinga. “Hei Aaron.”

Di dalam film, tidak ada tokoh Aaron. Saya bisa memakluminya karena mungkin jika terdapat tokoh Aaron di dalam film, durasi film bisa lebih panjang. Begitu pula dengan tokoh Kelly yang tidak ada di dalam film.

“Bagaimana dengan Ray?”tanya Lucy.

“Dia sering datang ke apartemen kakaknya untuk melihat keadaanku. Katanya, dia ingin memastikan kakaknya memperlakukanku dengan baik.” Kata Mia sambil tersenyum.

“Dia selalu baik kepadamu,” kata Lucy.

Senyum Mia perlahan lahan memudar, kilatan di dalam matanya meredup dan ia bergumam pelan,” padahal kuharap dia tidak bersikap sebaik itu kepadaku.”

Tokoh Mia yang ada di dalam novel tidak menunjukkan kalau Mia mempunyai perasaan terhadap Ray. Mia menganggap Ray seperti temannya dan Mia selalu memberikan tatapan yang selayaknya kepada Ray.

Tapi di dalam film, Mia menatap Ray dengan cara yang berbeda. Mia terlihat tertarik dengan Ray. Bahkan pada saat adegan Ray menari dengan Mia, Ray mencium pipi Mia.

Dee Black pendiri Dee Black dance company yang merupakan salah satu kelompok tari paling terkenal di seluruh penjuru Amerika Serikat, yakni bahwa pertunjukkan yang diselenggarakannya pasti sukses. Dan ia memang benar.

Terlebih lagi, ia tidak hanya sekadar menari. Ia bercerita. Ia bercerita melalui gerakan tubuh dan raut wajahnya. Seorang penari harus bisa menyampaikan suatu kisah. Dan kisah yang disampaikan Mia saat itu membuat semua orang terperangkap dalam sihirnya.

Di dalam novel, Dee Black dance company merupakan salah satu kelompok tari terkenal di seluruh penjuru Amerika Serikat. Dan pada saat Mia Clark tampil di atas panggung bersama beberapa penari Dee Black lainnya, Mia terlihat sangat mengagumkan. Mia membuat semua orang terperangkap dalam sihirnya.

Tetapi di dalam film, saya sama sekali tidak melihat ada cerita di dalam tarian Mia. Tarian Dee Black Dance Company yang dibilang sangat terkenal dan mengagumkan, tidak terlihat se-mengagumkan itu di dalam film.

Ada beberapa hal yang membuat saya terkesan terhadap film ini. Saya cukup senang melihat para aktor dan aktris bisa memerankan tokoh mereka dengan cukup baik. chemistry antara Herjunot Ali dan Nabilah juga cukup baik. Saya sangat menyukai tokoh Lucy di dalam film. Annabella Jusuf sangat memberikan kesan yang dalam terhadap tokoh Lucy di dalam film.

Selain itu soundtrack film ini juga cukup bagus. lokasi yang mereka tempati untuk bermain film ini juga bagus. Selain itu film ini berkualitas high definition. Film ini juga tidak terlalu serius karena menyelipkan beberapa adegan komedi, cocok sekali untuk anak remaja yang menyukai cerita romansa komedi.

Secara keseluruhan film ini bisa dibilang tidak mengecewakan tetapi juga tidak memuaskan.

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s